Terkadang
aku bingung dengan mata kuliah yang aku anggap aneh, mungkin karena aku
baru mengenal mata kuliah tentang kesehatan tersebut. Dari situ aku
mulai belajar memahami, menghafal nama-nama tanaman obat, nama paten,
nama generik, nama-nama penyakit yang menurutku susah dihafal.
===========================================
Hari ini jam 07.45 aku ada kuliah pagi. Aku bergegas mandi dan
sarapan. Setelah sampai dikampus, terlihat para mahasiswa sudah
berkumpul menyambut kuliah pagi ini. Aku pun duduk di kursi yang kosong
di baris kedua.
Beberapa menit
kemudian dosen pun datang. Semua mahasiswa langsung terdiam seketika.
Dosen itu langsung memberikan materinya kepada kami tentang sebuah
penyakit. Khususnya penyakit "Thalassemia".
Wah
ternyata aku sudah tertarik dengan nama penyakitnya yang jarang banget
aku dengar. Aku pun menjadi semangat untuk segera mendengarkannya.Yang
ku tangkap dari materi itu begini :
Thalassemia adalah suatu penyakit keturunan dengan darah berbentuk seperti bulan sabit tidak seperti darah pada umumnya. Thalassemia
ini merupakan keadaan dimana sel darah dalam tubuh tidak dapat
bertahan lama, yaitu hanya berumur <120. Hal ini disebabkan oleh
ikatan globin dari sel darah dalam tubuh tidak rekat dan cenderung
hancur atau mati oleh karena itu penderita thalassemia perlu perlakuan
Transfusi Darah, berapa lama? SEUMUR HIDUP.
Penyakit
ini adalah penyakit yang sangat membahayakan. Biasanya orang yang
mengidap penyakit ini, sering di ponis umurnya tidak akan lama lagi.
Gejalanya pun sangat umum, hampir sama dengan penyakit ringan lain,
yaitu anemia, pusing, lesu, gampang cape, kurang nafsu makan, radang
tenggorokan dan flu.
Itulah
ilmu yang ku dapatkan hari ini. Setelah penjelasan materi dosen selesai.
Aku dan teman sekelasku langsung pindah ke kelas lain untuk mata kuliah
lain dan setelah itu pulang.
==========================================
Keesokan
harinya aku kuliah lagi seperti biasa. Kebetulan jadwal hari ini adalah
jadwal praktikum. Biasanya kami sering menghabiskan waktu di
laboratorium seharian. Karena memang ada praktikum yang membutuhkan
waktu yang lama.
Ditengah-tengah
praktikum tiba-tiba aku merasa pusing dan penglihatanku mulai gelap.
Dari situ aku tak ingat apa-apalagi karena aku pingsan. Teman - temanku
juga sudah memaklumi tentang kondisiku yang sering pingsan di kampus.
Karena kondisiku memang lemah, kecapean sedikit saja pasti langsung
pingsan.
Tetapi hal itu tidak mematahkan semangatku untuk belajar.
==========================================
Beberapa
hari kemudian, Ketika aku sedang duduk di depan laboratorium, tiba -
tiba ada salah satu dosen yang menghampiriku. Dialah dosen yang dulu
pernah memberikan materi tentang penyakit itu. Dia tersenyum kepadaku
dan berkata :
"gimana kabar kamu hari ini?" sambil menyimpan salah satu tangannya di pundakku.
"Alhamdulillah baik bu," ku jawab dengan senyuman.
"denger-denger, kamu sering pingsan ya?"
"iya bu, paling cuma kecapean aja ko aku belum terbiasa sama jadwal kuliah yang padat banget"
"ibu
sarankan kamu pergi ke dokter aja. Biar tahu kondisi kamu seperti apa.
Dan pasti dokter akan memberikan multivitamin buat menjaga kondisi
badanmu."
"Iya bu nanti saya coba pergi kesana"
Dosen itu pun tersenyum dan meninggalkanku.
===========================================
Sore
hari aku pergi ke rumah sakit bersama temanku. di ruang tunggu terlihat
banyak orang sedang menunggu dirinya dipanggil untuk diperiksa. Akupun
duduk disebelah kakek-kakek yang sedang batuk.Kasihan kakek itu
menderita dengan batuk yang dideritanya.
Beberapa menit kemudian namaku dipanggil, dan masuk ke ruang periksa didampingi temanku.
Setelah diperiksa, aku duduk kembali di depan meja dokter. Dan dokter itu memberitahu hasilnya.
Aku dan temanku kaget, merinding ketika mendengar perkataan dokter.
Aku
di ponis mengidap penyakit THALASSEMIA stadium lanjut. Saat itu
perasaanku sangat hancur, ingin menangis rasanya, tetapi tak ada air
mata yang jatuh. Temanku langsung memelukku untuk menenangkanku.
Akupun pulang dengan perasaan tak menentu.
Aku
tahu kalau umurku tinggal beberapa bulan lagi. Aku juga tahu tentang
penyakit itu yang aku pelajari lebih lanjut bersama dosen waktu itu.
Tapi kenapa selama ini aku tidak tahu dengan penyakitku? kenapa aku
slalu beranggapan kalau gejala- gejala yang kuderita adalah hal yang
biasa ?
Aku langsung ambil
handphone dan menelpon dosenku. Dengan sedikit ragu-ragu aku memberi
kabar kalau aku mengidap thalassemia stadium lanjut. Setelah ku cari
tahu ternyata penyakit di turunkan dari kedua orang tuaku dengan gen
pembawa thalasemia namun tanpa gejala yang disebut pembawa sifat atau
karier (carrier) thalasemia. Walaupun tanpa gejala, karier thalasemia
tetap akan menurunkan gen pembawa sifat thalasemia ini pada
keturunannya. Gambarnya seperti ini :
Orang
berwarna merah itulah yang menjadi posisiku sekarang. Aku tidak bisa
menyalahkan siapapun termasuk kedua orang tuaku. Mungkin ini cobaan
buatku. Akupun harus terima kondisiku seperti ini.
Sekarang aku melakukan pengobatan, banyak obat yang harus aku minum untuk kesembuhanku.
Tapi
itu tergantung yang di atas, aku juga sudah siap kalau misalkan aku
meninggal bulan ini. Aku sudah siapkan mental sewaktu aku di ponis.
===========================================
Sudah
beberapa minggu aku tidak masuk kuliah, karena kondisiku yang semakin
hari semakin menurun drastis. Kedua orang tuaku pun sudah banyak
mengeluarkan biaya untuk pengobatanku. Aku tidak yakin kalau aku akan
bertahan hidup lebih lama. Aku melihat raut wajah kedua orang tuaku yang
sangat sedih dan prihatin. Tapi aku coba tetap tersenyum dihadapan
mereka sambil berkata :
"Pah..mah..jika
aku pergi nanti, aku ingin mamah, papah dan dosenku melakukan sebuah
penyuluhan tentang penyakit yang aku derita ini, supaya orang lain tahu
penyebab penyakit ini, dan supaya mereka lebih hati-hati dalam
memutuskan suatu pernikahan terhadap orang yang punya pembawa sifat
(carrier), biar tidak ada lagi orang-orang yang menderita seperiku.Cukup
aku saja mah..pah.."
Beberapa jam kemudian nafasku terasa sesak dan dadaku terasa sakit. Disinilah aku menghembuskan nafas terakhir.
===========================================
===========================================
Cerpen ini Aku buat berdasarkan kisah nyata.
Selamat jalan seniorku..semoga kau tenang di alam sana. Amin..

0 Response to "AKU DAN PENYAKITKU"