PENYEBAB PENYAKIT THALASEMIA
Thalasmeia bukanlah penyakit menular, namun disebabkan oleh faktor keturunan (genetic).
Pasien thalasemia sendiri banyak ditemukan didaerah miskin. Begitu juga
dengan daerah endemis malaria. Daerah endemis malaria merupakan daerah
yang sangat rentan terjadi kasus thalasemia. Parasit malaria diduga ikut
membantu kerusakan sel darah merah.
Sayangnya hingga saat ini thalasemia belum bisa diobati untuk penyembuhan. Bahkan, pada banyak kasus penderita thalasemia mayor tidak berhasil mencapai usia tua dan meninggal pada usia 19-30 tahun.
Namun
kasus kematian bukan karena penyakit thalasemianya, tapi karena
komplikasi kerusakan organ akibat penumpukan zat besi yang berlebihan di
dalam organ tubuh. Namun agar penderita tetap produktif, dibutuhkan
transfusi darah secara teratur setiap bulan selama hidupnya. Pengobatan
yang efektif bisa memperpanjang usia harapan hidup hingga 40-50 tahun.
Jika satu kali transfusi darah memburuhkan biaya sampai 5 juta dan ditambah biaya obat, maka penderita thalasemia menghabiskan dana sekitar 7-10 juta perbulan hanya untuk pengobatan. Tentunya, ini tidak mudah bagi keluarga yang tidak mampu.
Sayangnya hingga saat ini thalasemia belum bisa diobati untuk penyembuhan. Bahkan, pada banyak kasus penderita thalasemia mayor tidak berhasil mencapai usia tua dan meninggal pada usia 19-30 tahun.
Jika satu kali transfusi darah memburuhkan biaya sampai 5 juta dan ditambah biaya obat, maka penderita thalasemia menghabiskan dana sekitar 7-10 juta perbulan hanya untuk pengobatan. Tentunya, ini tidak mudah bagi keluarga yang tidak mampu.
PENYAKIT THALASEMIA
Thalasemia
adalah kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah yang
mudah rusak, yaitu 3-4 kali lebih cepat dibanding sel darah normal.
Oleh karena itu umurnya pun relatif lebih pendek dibanding sel darah
normal. Jika sel darah normal memiliki umur 120 hari, maka sel darah
merah penderita thalasemia hanya bertahan 23 hari.
Sel darah merah yang rusak diuraikan menjadi zat besi didalam limpa. Karena kerusakan darah terjadi dengan cepat dan massif, maka kandungan zat besi dalam tubuh menumpuk dan bisa mengganggu fungsi organ lain sehingga berujung pada kematian.
Terdapat dua jenis thalasemia, yaitu minor dan mayor.
Thalasemia minor disebut juga carier atau pembawa thalasemia, yaitu
jika seseorang hanya membawa gen penyebab thalasemia mayor namun
memiliki kondisi tubuh yang sehat. Sedangkan tahalasemia mayor merupakan
thalasemia berbahaya dan terjadi apabila kedua orangtua memiliki
thalasemia minor.
Sementara gejala dari thalasemia menyerupai gejala pada penyakit anemia, yang ditandai dengan gejala lemah, letih, lesu. Gejala lain yang mungkin muncul, antara lain berwajah mongoloid, mengalami poenyakit kuning, pertumbuhan tubuh terganggu dan perutnya membesar. Namun, untuk lebih memastikan diperlukan pemeriksaan dan diagnosis klinis melalui uji laboratorium.
Sel darah merah yang rusak diuraikan menjadi zat besi didalam limpa. Karena kerusakan darah terjadi dengan cepat dan massif, maka kandungan zat besi dalam tubuh menumpuk dan bisa mengganggu fungsi organ lain sehingga berujung pada kematian.
Sementara gejala dari thalasemia menyerupai gejala pada penyakit anemia, yang ditandai dengan gejala lemah, letih, lesu. Gejala lain yang mungkin muncul, antara lain berwajah mongoloid, mengalami poenyakit kuning, pertumbuhan tubuh terganggu dan perutnya membesar. Namun, untuk lebih memastikan diperlukan pemeriksaan dan diagnosis klinis melalui uji laboratorium.
GEJALA THALASEMIA
Gejala thalasemia terjadi bervariasi tergantung dari jenis
thalasemia yang diderita, selain itu dilihat pula dari segi derajat
kerusakan gen yang terjadi. Awalnya penyakit thalasemia menunjukkan gejala seperti anemia yakni :
- Wajah pucat
- Insomnia atau susah tidur
- Tubuh mudah merasa lemas
- Berkurangnya nafsu makan
- Tubuh mudah mengalami infeksi
- Jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi pembentukan hemoglobin
- Mengalami kerapuhan dan penipisan tulang. Hal ini disebabkan oleh sumsum tulang yang berperan penting dalam menghasilkan hemoglobin tersebut.
- Wajah pucat
- Insomnia atau susah tidur
- Tubuh mudah merasa lemas
- Berkurangnya nafsu makan
- Tubuh mudah mengalami infeksi
- Jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi pembentukan hemoglobin
- Mengalami kerapuhan dan penipisan tulang. Hal ini disebabkan oleh sumsum tulang yang berperan penting dalam menghasilkan hemoglobin tersebut.
Thalasemia dibedakan berdasarkan gejala
klinis dan tingkat keparahannya yakni thalasemia mayor dan thalasemia
minor. Thalasemia mayor yakni mayor dimana kedua orang tuanya merupakan
pembawa sifat, serta thalasemia minor dimana gejalanya jauh lebih ringan
dan hanya sebagai pembawa sifat saja.
Pada thalasemia mayor gejala dapat timbul sejak awal masa anak-anak,
namun kemungkinan untuk bertahan hidup terbatas. Beberapa kasus yang
ditemukan selama ini juga membuat timbulnya penggolongan yang lebih
baru, yakni thalasemia intermedia, yakni dimana kondisinya berada
diantara kedua bentuk thalasemia mayor dan minor.
0 Response to "PENYEBAB PENYAKIT THALASEMIA"